Rabu, 28 November 2018

SEORANG IBU RUMAH TANGGA, WHY NOT ?


Selamat siang..
Siang ini ditemenin ujan deres dan tumpukan jemuran yang belum kering saya mau share pengalaman sebagai ibu rumah tangga. Profesi ibu rumah tangga yang terbilang masih junior sih belum senior, hehehe…

Saya adalah seorang ibu rumah tangga yang dulu sebelum menikah pernah punya impian sebagai wanita karir, bekerja dan memiliki banyak teman dan komunitas. Tapi apa daya, impian dan harapan tidak sejalan dengan realita yang saya jalani sekarang. Tapi tentunya tidak pernah ada kata menyesal dalam setiap keputusan yang saya buat sampai saat ini. Hanya sewaktu waktu sempat terpikirkan kata “seandainya…”. Tapi sudahlah, yang saya jalani sekarang adalah keputusan yang terbaik, menjadi seorang ibu yang mengasuh, mendidik anak sendiri dan seorang istri yang berusaha sebaik mungkin untuk mengurus segala kebutuhan suaminya.

Pada awalnya saya bukan tipikal perempuan yang bisa mengurus rumah tangga dan betah di rumah. Bahkan di awal pernikahan, buat sayur bayem, goreng tempe ataupun hal-hal lainnya yang berkaitan dengan aktifitas dapur bener-bener gak sukses dilakukan. Yaah misalnya sayur bayem ama rasa gula dikasih air gak ada bedanya, lagi goreng tempe tapi galau dan bingung gimana bisa tau warnanya kalau mateng, hahaha.. semacam itulah. Tapi ya Alhamdulillahnya punya suami yang bisa nerima kekurangan istrinya pada saat itu.

Dulu salah satu kebahagiaan tersendiri itu adalah ketika saya berada di dunia kerja, lingkungan pergaulan sosial bersama teman-teman dan sahabat-sahabat, bukan di rumah atau di pasar. Bagi saya, untuk memperoleh uang yah dengan bekerja di kantor, dari hari Senin sampai dengan Jum’at. Dimana di setiap akhir bulan kita terima gaji, that’s it ! I’m making money itu namanya… :). Bisa pegang uang sendiri, bisa kasih orangtua dan masih banyak lagi.

Tapi dengan berjalannya waktu dan begitu banyaknya proses yang dialami, pikiran saya mulai berubah. Gak ada salahnya jadi ibu rumah tangga, bisa secara langsung lihat tumbuh kembang anak, bisa langsung mendidik dan merawat buah hati tanpa harus takut atau cemas saat si anak dirawat orang lain. Namun  yang lebih membahagiakan lagi adalah ketika saya menjadi orang yang pertama saat anak saya mengalami perkembangan-perkembangan dalam pertumbuhannya. Menjadi sosok orang terdekat di dalam hidupnya, yahh suatu kebahagiaan yang tidak tergantikan.

Jadi buat ibu-ibu muda yang harus memutuskan untuk ganti profesi dari wanita kantoran ke ibu rumah tangga, harus tetap semangat. Banyak hikmah dan manfaat yang bisa kita dapatkan kok.



“Menjadi seorang IBU membuat kita tersadar bahwa kita hampir bisa melakukan semuanya dengan hanya satu tangan” (JUMBLZAR)
Menjadi IBU full-time adalah salah satu pekerjaan termahal.. karena dibayar dengan CINTA yang tulus”(MILDRED B. VERMONT)
Tidak tahu sesuatu, cari di GOOGLE. Mencari teman lama, cari di FACEBOOK. Mencari barang yang hilang di rumah, cari IBU.”(Anonim)